HOW TO FINANCIAL CHECK UP
Gue baru aja abis dengerin webinar dari Inspigo tentang Skill Up #1 dan gue mau berbagi sedikit tentang How to Financial Check Up.Yapp, sambil ditemani penampilan dari Ardhito Pramono gue menulis ini, hehehe...
Ok, first thing first, you should know what is Financial Check Up? Financial check up adalah mengecek keadaan keuangan saat ini. Ini penting banget, sebagai anak muda yang hobinya belanja di e-commerce kesayangan, kita nggak boleh lupa bahwa kesehatan dompet perlu diperhatikan juga hihihi.
#1 Income > Expense
Kalau lo anak ekonomi, pasti nggak akan asing sama dua kata ini, income dan expense. Income atau pendapatan yang lo punya harus dibandingin dengan beban pengeluaran lo setiap harinya, pastikan . Ini mudah banget, lo tinggal hitung total pendapatan perbulan, mulai dari gaji utama, uang jajan dari orang tua dan penghasilan dari side job. Setelah itu, lo bisa hitung expense atau beban pengeluaran lo setiap bulannya, mulai dari uang makan, uang transportasi, kuota internet, uang buat bayar kost-an, sampe uang buat ngopi cantik bareng temen-temen. Pokoknya semuanya harus kecatet, jangan biarkan uang lo pergi dari dompet tanpa lo tahu perginya kemana. Mungkin akan sulit buat menghitung beban pengeluaran, kalau gue sih pake aplikasi android yang namanya "Money Manager" somehow itu membantu gue banget apalagi kalo mau repurchase suatu barang/makanan, gue masih bisa cek harganya di situ karena gue catet setiap pengeluaran sedetil mungkin.
*wait, kale lagi nyanyi lagu bitter love hehe*
#2 Saving = 20% x Income
Punya penghasilan, tapi setiap akhir bulan rekening tabungan Rp 0 lagi? Ah nggak keren. Anak jaman sekarang, selain harus pinter nyari duit, harus juga pinter nyimpen duit. Idealnya dalam menabung lo harus menyisihkan setidaknya 20% dari penghasilan lo. Uang simpanan ini akan berarti banget di masa yang akan datang, coba deh biasakan menabung karena sedikit demi sedikit maka, lama-lama akan menjadi bukit.
#3 Emergency funds = 6 x monthly expenses
Misteri dunia ini bisa dilihat dari kenyataan bahwa kita nggak bisa tahu apa yang akan terjadi di masa depan, besok atau bahkan setelah gue selesai menulis ini. Makanya, kita harus bisa survive setiap harinya. Kemungkinan terburuk yang bisa terjadi mungkin aja lo dipecat dari kantor atau bisnis lo bankrut dan lo masih harus survive buat bertahan hidup. Di masa itulah, emergency funds bakal sangat membantu. Kalau lo dipecat dari pekerjaan, setidaknya lo masih bisa hidup selama 6 bulan ke depan sampai dapet pekerjaan lagi. Setelah kerja bertahun-tahun, lo harus pastikan lo punya dana ini sebesar 6 kali dari pengeluaran selama sebulan. Who knows kalo tahun 2020 yang dibuka dengan isu perang dunia ke-3, malah kedatanga virus covid-19 yang bikin semua lapisan ekonomi jadi lesu.
#4 Assets > Liability
Di dunia modern ini, berhutang atau cicil sebuah barang emang hal yang lumrah banget. Poinnya adalah bagaimana lo bisa atur utang-utang itu agar nggak lebih besar daripada aset yang lo punya. Karena kalau lo nggak lagi bisa menutupi utang-utang itu, setidaknya lo punya aset yang bisa lo jual. Iya kan?
#5 Installment : max 25% from Income
Nah, untuk memastikan penjualan aset yang terpaksa karena nggak bisa bayar utang tadi nggak terjadi. Makanya bikin batasan cicilan yang harus lo bayar setiap bulannya maksimal 25% dari pendapatan. Tahan napsu buat belanja sana sini pake credit card yang lo punya ya, jangan sampe over dan akhirnya lo malah bingung gimana bayar cicilannya.
Oke deh, sekian sharing dari gue. Sekarang giliran lo buat cek kesehatan financial lo masing-masing. Kalau memenuhi 5 syarat di atas, berarti keuangan lo masih terbilang aman.
Have a nice day!
Komentar
Posting Komentar