Aku & Si Mimpi
Hari ini, aku bertemu dengan seorang teman lama. Awalnya aku tidak tahu siapa dirinya dan dia seperti menangkap kebodohanku lalu berkata "Ini aku, Mimpi."
"Oh, Mimpi." Dengan tampang bodoh sambil cengengesan, aku mengingatnya. Dia ini sahabat karibku dulu.
Dulu, dia ini kawan terbaikku. Menemani dalam setiap momen bahagia dan sedihku, setia bukan?
Sekarang aku tahu kenapa bisa sampai lupa dengan Si Mimpi ini.
Aku terlalu larut dalam segudang kegiatan yang harusnya jadi milik orang lain. Aku berjalan seperti air yang mengalir, tidak peduli mau dibawa kemana biar arus yang menentukan. Aku mencoba menikmati apa saja dalam hidup sebelum diambil.
Sampai-sampai aku lupa, bahwa aku punya Mimpi. Bahwa aku perlu melakukan kegiatan yang aku sukai tanpa peduli cakap orang lain. Bahwa aku perlu menentukan mau lurus atau belok, mau ke kanan atau ke kiri. Bahwa aku perlu melepas topeng, perlu bahagia dengan sebenar-benarnya, perlu menikmati sesuatu yang menurutku memang nikmat.
"Hidupmu ya hidupmu. Lakukan semaumu. Tentukan pilihanmu. Bahagiakan dirimu. Tunjukan pada dunia bahwa kamu bangga menjadi dirimu sendiri."
Komentar
Posting Komentar