Perjalanan 24 Jam
Ini kisah tentang perjalanan seorang manusia. Perjalanan panjang yang melibatkan banyak peristiwa, banyak rasa dan banyak orang yang terlibat di dalamnya. Dan semua yang terjadi juga atas campur tangan Yang Maha Kuasa. Tujuannya cuma satu, untuk kembali ke pangkuan-Nya.
Sebagai seorang jompo berkepala enam, kakek ini orangnya optimis sekali. Walaupun giginya sudah banyak yang tanggal, tapi senyumnya tidak pernah memudar.
Dua puluh empat jam-nya dibuka dengan secangkir teh hangat tanpa gula, tentunya. Pagi pagi buta, beliau sudah siap dengan sepatu olahraga pemberian cucunya dipadukan dengan kaus baseball kesukaannya. Waktunya menyehatkan badan dan pikiran.
"Udara pagi adalah gerbang pembuka hariku. Jika aku masih bisa menghirup aromanya, berarti satu hari itu masih menjadi milikku.", begitu katanya.
Jam berikutnya, beliau sudah duduk di atas motor. Udara dingin masih menyelimuti bumi, tangannya dimasukkan ke dalam saku jaket-kali ini pemberian anak semata wayangnya- menambah kesan muda pada dirinya.
Rutinitas. Beliau mengantar cucunya ke sekolah, tempatnya bekerja sampai dengan lima tahun yang lalu. Belum jam 8 pagi, dua kebahagiaan sudah dia dapatkan.
Waktu hari sedang terang, saat suasana kota Yogyakarta sedang ramai dan padat dengan segala aktivitas penduduknya. Beliau menghabiskan waktu di dapur kesayangannya. Mencium aroma butter yang meleleh adalah kebahagiaan ketiga.
Kue buatannya adalah salah satu menu di restoran milik anak menantunya. Waktunya juga dihabiskan untuk meng-control pegawai restoran tersebut.
Kakek ini memang hebat. Mengajar dan memasak adalah dua keahliannya. Itu juga yang membuat cucunya selalu dekat dengan kakek.
Mataharipun tenggelam. Beliau sudah berada di masjid dekat rumah. Sadar akan usianya yang tinggal menunggu waktu, beliau menjaga kedekatannya dengan Sang Pencipta.
Sampai malamnya tiba, beliau memejamkan mata sambil membayangkan almarhumah istrinya. Kebahagiaan terakhir pada sisa 24 jamnya. Ia tertidur lelap dengan perasaan hati-hati, takut akan esok dia sudah tidak berada di bumi.
Komentar
Posting Komentar