Ramadhan, Lebaran dan Harapan yang Memudar
Hari ini
20 juni 2017
26 hari telah berlalu di bulan yang suci ini. Harusnya empat hari lagi kusambut dengan bahagia, namun hari ini semangat itu putus seketika. Ada sebuah harapan yang muncul di benakku. Ada sebuah harapan akan pertemuan dengan saudara, keluarga besar dan aroma kampung halamanku.
Bersalahkah aku akan enggan menyambut hari itu? Kecewaku kali ini besar sekali. Pasalnya, dua minggu yang lalu aku sangat bersemangat menanti-nanti hari itu. Rasa ingin cepat buru-buru packing barang bawaan, masak untuk bekal perjalanan, menempuh 600 kilometer bogor-purworejo dan mengunjungi rumah-rumah sanak saudara di sana.
Dan hari ini? Semangat itu pudar, mencair, redup dan tak bersisa. Dengan alasan yang enggan kuceritakan di sini, aku terpaksa merayakan hari lebaran di Bogor (kau harus tahu, bahwa menulis kalimat barusan saja aku sudah lemas).
Hari yang harusnya sangat kunanti-nanti malah ingin segera kulewati. Aku kecewa, marah dan sedih kali ini. Perasaan yang telah kualami 3x dalam 3 tahun belakangan ini.
26 ramadhan 1483
-Dalam kondisi tak berselera melakukan apa-apa
Komentar
Posting Komentar