CRISIS SURVIVAL GUIDE

Oke, kali ini, abis dengerin webinar dari Inspigo tentang Skill Up #2 dan gue mau berbagi lagi untuk kalian. Membahas panduan bertahan hidup di tengah krisis pandemi ini, gue punya 3 cara untuk mengakalinya.

#1 Cut Spending

Untuk meminimalisir pengeluaran, lo bisa membagi pengeluaran menjadi 4 bagian, yaitu postpone, eliminate, reduce, dan keep. Yang pertama, kita tentukan mana pengeluaran yang harus kita pertahankan karena mau gak mau harus keluar kayak makan, bayar kostan, ongkos transportasi dan lain-lain lalu kita masukkan ke bagian keep

Next, kita coba cari pengeluaran yang mungkin bisa dikurangi kayak nongki-nongki cantik, belanja di e-commerce, dan delivery makanan lalu masukin daftar tersebut ke bagian reduce. Coba deh sekali-kali lo masak sendiri, siapa tau bisa jadi bahan latihan buat menggoda mertua di masa depan *ups hehehe.

Yang ketiga, kita akan bahas eliminate atau dihapus. Kalo kita liat lagi, mungkin banyak membership yang kita harus bayar padahal nggak pernah kita pake lagi. Contohnya, membership gym, yang mana selama pandemi ini lo nggak pernah pake, sayang banget kan? Yuk, hal-hal kayak gini bisa kita hapus at least untuk sementara.

Dan yang terakhir, postpone atau ditunda. Di masa pandemi ini, coba tahan dan tunda dulu keinginan-keinginan lo yang akan mengeluarkan biaya besar kayak renovasi rumah, liburan, beli mobil atau gadget baru. Be realistic ya guys, kita harus melakukan banyak penghematan biar kita tetao bisa survive di masa krisis seperti ini.

#2 Save More

Setelah kita cut banyak pengeluaran kayak tadi, harapannya sih uang tabungan akan semakin banyak. Dengan adanya dana darurat kayak gini, lo nggak perlu takut dan cemas akan hari esok. Mungkin dana ini bisa lo alihkan ke asuransi kesehatan, kalau hal buruk terjadi, lo punya asuransi yang akan melindungi lo dari pengeluaran dalam skala besar untuk berobat. Tapi, kalau lo udah punya asuransi BPJS itu udah cukup sih...

#3 Restrukturasi Utang

Dalam masa pandemi ini, pemerintah sebenarnya mempunyai kebijakan keringanan untuk masalah pencicilan hutang lho. Coba deh lo dateng ke bank dan tanya apa boleh minta keringanan kredit selama krisis. Biasanya bank akan memberikan beberapa pilihan kayak  memperpanjang termin pembayaran, penurunan jumlah cicilan, pengurangan bunga, atau bahkan cuti bayar cicilan sampai kita mampu mengangsurnya lagi. Ini wajar kok di tengah krisis pandemi kayak gini. Setidaknya, kita masih punya itikad baik untuk membayar, daripada dipaksain dan akhirnya nggak bisa bayar kan? atau malah kita jadi kepikiran buat ngutang di tempat lain untuk bayar cicilan hutang, semacam gali lubang tutup lubang, silly right?

Oke deh, kali ini segitu dulu pembahasan dari gue. Jangan gengsi guys, akui aja kalau ini kondisi yang nggak biasa. Dalam masa krisis seperti ini, kita harus pastikan kita masih bisa berjalan walaupun sambil tertatih-tatih, nanti kalau udah abis masanya kita bisa siap-siap buat lari kencang lagi.

Stay productive!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu

Selamat Jalan, Kakek

HOW TO FINANCIAL CHECK UP